Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Basic Pendidikan Kristen: Perspektif Injili

Pendidikan Kristen menurut Cornelius Van Til, seorang Professor Apologetika di Westminster Seminary, selayaknya bersifat Theosentris. Artinya apapun yang disajikan dalam seluruh sistem pendidikan Kisten haruslah berpusat pada Allah. Pendidikan Kristen tidak lahir dari pemahaman bahwa segala sesuatu haruslah di cari dari yang tersembunyi, belum pernah ada sama sekali dan menyatakannya dalam bentuk ilmu dan temuan-temuan serta dikaji dan membentuk sebuah sistem dengan menggali potensi manusia seluas-luasnya dan setinggi-tingginya dalam melahirkan sebuah pendidikan, tetapi Pendidikan Kristen lahir dari pemahaman bahwa Allah yang telah menciptkan segala sesuatu dan menyediakan sesuatu sehingga Pendidikan Kristen haruslah mengelola segala sesuatu yang sudah tersedia itu untuk dipakai sedemikian rupa dan disistematiskan dalam satu kerangka pemikiran yang berpusat pada Allah. maka tidak heran jika pendidikan Kristen sangat tidak selaras dengan prinsip pendidikan sekuler sehingga menghasilkan

Hubungan Umat Beragama Bangsa Indonesia khususnya Hubungan Islam dan Kristen

PENDAHULUAN              Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Hal ini terbukti dari banyaknya agama yang ada di Indonesia. Kemajemukan ini merupakan satu ciri unik Negara Indonesia di mata dunia Internasional. Dengan falsafah “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda tetapi tetap satu menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Indonesia merupakan negeri serba pluralistis. Bukan hanya dari suku, budaya, bahasa, tetapi juga dari agama-agama yang ada. Negara Indonesia mengakui beberapa agama antara lain: Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha (termasuk Kong Hu Chu).             Kepelbagaian yang dianut oleh masyarakat Indonesia tidak dengan sendirinya buruk. Sudah merupakan tradisi bahwa sejak dulu, orang-orang Indonesia menganut sikap toleransi dan tenggang rasa dalam kehidupan beragama, hal ini dibuktikan dengan bukti-bukti sejarah yang membuktikan adanya sikap toleransi tersebut. salah satunya adalah peninggal

Pengalaman ke "Gereja Diskotik"

Add caption Beberapa waktu yang lalu, di hari minggu, saya di ajak pergi bersama beberapa orang teman ke sebuah Gereja yang terletak di sebuah Mall di Bandung. Sebelumnya saya memang belum pernah ke gereja ini, menurut teman-teman saya ini gereja yang ini termasuk bagus dalam pujian dan penyembahannya (dalam hal ini berarti Gereja Karismatik), hal ini membuat saya tertarik ingin beribadah disitu, lagian belum pernah kesitu juga. Ketika kami memasuki Mall tersebut, kami mengantri di depan Lift dengan berjubelnya manusia yang hendak pergi ke gereja yang sama ternyata, sebab tentunya saya tahu dari cara berpakaian mereka dan kebanyakan dari satu jenis ras yang sama berkulit putih bermata agak sipit, lagian masih terlalu pagi juga untuk orang biasa mengunjungi mall yang masih belum buka jam segitu. Ketika lift mencapai lantai dasar, kami berlima memasuki lift yang berkapasitas hanya 12 orang tersebut, menaiki lift menuju lantai 5. Ketika pintu lift dibuka dari dalam Gereja terdengar