Langsung ke konten utama

Postingan

J.I.Packer: Evangelism and Sovereignty of God : Penginjilan Perspektif Injili

Dari judul “Evangelism and the Sovereignty of God” telah menggambarkan secara umum  apa yang menjadi isi dan topik permasalahan yang akan di bahas dalam buku ini, yaitu Penginjilan itu sendiri (Evangelism) dan berhubungan erat dengan Kedaulatan Allah  (Sovereignty of God). Penekanan isi buku yaitu terhadap doktrin kedaulatan Allah dan tugas manusia Kristen yang adalah murid Yesus, untuk memberitakan injil yang mana kedua hal ini harus bisa berjalan selaras, dan menghasilkan satu buah yang baik. Mungkin bagi kebanyakan orang kedua hal ini merupakan Antinomi, dengan pemahaman yang sempit, namun Packer berusaha membahas hal ini dengan lebih mendetail dengan cara pandangnya melihat kedua hal ini. J.I Packer mendasari tulisannya dengan menyentil atau  me- refresh kembali tentang kepercayaan kaum Kristen khususnya kaum Injili, mengenai ajaran atau doktrin penting dalam Teologi Kristen yaitu ajaran mengenai “Kedaulatan Allah”, dimana Allah adalah Allah yang berpribadi, yang...

Sebuah Refleksi atas Mazmur 73

Ketika saya sedang mempersiapkan khotbah untuk tugas Mata Kuliah Homiletika, saya membuka dan membaca kitab Mazmur, saya pribadi menganggap bahwa kitab ini merupakan tulisan yang dapat dikatakan sebagai sastra kuno yang sarat makna. Salah satunya ketika mata saya tertuju pada satu bagian di dalamnya. Ada hal menarik yang muncul ketika saya membaca Mazmur 73. Mazmur ini bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang Asaf di dalam menghadapi pergumulan hidupnya. Kalau boleh dikata, sebenarnya Asaf mengalami satu kekeringan mendalam di dalam pergulatan spiritualitasnya yang kaku. Mengapa demikian? padahal jika kita lihat bahwa hidup Asaf tidak pernah bercela dihadapan Tuhan, dan selalu melakukan hal yang baik dan berkenan bagi Allah. Akan tetapi ini tidak menjamin hubungan harmonis antara Asaf dan Allah. Maka hal inilah yang menarik bagi saya untuk bisa membagikannya dalam tulisan ini. Mazmur ini di tulis dengan pendahuluan sebagai Mazmur Asaf. Siapakah sesungguhnya Asaf? Kal...

Siapa yang menahan sang Durjana??

Pendahuluan             Rasul Paulus merupakan seorang Yahudi “kental” yang terpanggil untuk menjadi saksi Kristus. 1 Timotius 1:13 menuliskan “aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Peralihan ini, yakni dari seorang penganiaya kepada seorang beriman kristiani disebut “pertobatan Paulus”. [1]  Setelah pertobatannya Paulus menuliskan pokok-pokok ajarannya melalui surat-suratnya di dalam Alkitab yang dikanonisasi sebanyak 13 surat – diluar surat Ibrani – yang diakui merupakan tulisan yang diwahyukan oleh Allah. Salah satu suratnya ditujukan bagi jemaat di Tesalonika. Surat di Tesalonika yang berjumlah dua buah itu memuat pokok-pokok ajaran Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Salah satu pokok ajaran yang diajarkan oleh paulus kepada jemaat di Tesalonika adalah mengenai kedu...

The Necessity of Philosophy in Theology

Tulisan ini sebenarnya hanya merupakan sebuah tulisan reflektif pengembangan  mengenai mata Kuliah Pengantar Filsafat dalam salah satu tatap muka di kelas.  Pertanyaan-pertanyaan mengenai apa dan bagaimana Filsafat itu berperan dalam Teologia menjadi isu hangat yang diperbincangkan dalam sebuah diskusi di kelas. Perbincangan mengenai hal ini menjadi sesuatu hal yang menarik yang menimbulkan perdebatan panjang yang seakan tak ada habisnya.             Berangkat dari sebuah pertanyaan yang  berbunyi demikian : “Apa hubungan Teologi dan Filsafat?”. Hubungan antara Teologi dan filsafat nyaris menjadi perdebatan sepanjang abad bahkan menjadi sebuah ketegangan ketika kedua kelompok penganut masing-masing paham tidak mencapai titik temu yang terus menerus berlangsung. Perdebatan ini sebenarnya perdebatan klasik yang seakan tidak mencapai suatu kesepakatan. Teologi purba sebenarnya mengaitkan hubungan filsaf...

Euthanasia ditinjau dari perspektif Kristen

            Dalam kehidupan orang percaya, tentunya berbagai macam problema dan masalah moral dan etis  pasti datang menghampiri, entah itu yang baik atau yang tidak baik, bahkan yang  buruk sekalipun. ketika kita diperhadapkan dalam situasi yang seperti ini tentunya kita harus mengambil keputusan-keputusan yang bersinggungan dengan etika yang juga membutuhkan pertimbangan-pertimbangan moral demi hasil yang baik dan benar dan tidak hanya berlaku sepihak serta berpadanan dengan Hukum Allah.             Sebagai contoh, seseorang yang menderita sebuah penyakit akut bertahun-tahun dan tidak ada kemungkinan untuk sembuh, karena hidupnya bergantung pada bantuan alat-alat medis yang canggih untuk menopang kelangsungan kehidupan orang tersebut.membuat keluarga dan orang-orang disekitarnya diperhadapkan dengan dilema. Dampak lain yang ditimbulkan adalah permasalaha...

Paper Allah Tritunggal

PENDAHU LUAN             Tritunggal merupakan suatu istilah populer dalam kekristenan dan merupakan salah satu ajaran fundamental dalam agama Kristen. Doktrin ini lahir dari perumusan bapa-bapa gereja mula-mula dengan presuposisi dasar dalam melihat Alkitab sebagai pengenalan akan Allah yang telah menyatakan diriNya secara khusus melalui Firman-Nya dan bahwa Allah mengkomunikasikan diriNya secara cukup bagi manusia untuk mengenal Allah yang sesungguhhnya sehingga manusia dapat menjadi bijak dan menuntun  menuju keselamatan. [1] Dari pemahaman dasar inilah mereka melihat dan merumuskan bahwa Allah hadir dan menyatakan diriNya  dalam wujud Allah Tritunggal.             Namun dalam perjalanannya tentu saja hasil dari perumusan ini tidak sepenuhnya diterima dengan tangan terbuka oleh sebagian kalangan. Hantaman kritikan dari berbagai teolog-teolog yang kontra dan ti...

Basic Pendidikan Kristen: Perspektif Injili

Pendidikan Kristen menurut Cornelius Van Til, seorang Professor Apologetika di Westminster Seminary, selayaknya bersifat Theosentris. Artinya apapun yang disajikan dalam seluruh sistem pendidikan Kisten haruslah berpusat pada Allah. Pendidikan Kristen tidak lahir dari pemahaman bahwa segala sesuatu haruslah di cari dari yang tersembunyi, belum pernah ada sama sekali dan menyatakannya dalam bentuk ilmu dan temuan-temuan serta dikaji dan membentuk sebuah sistem dengan menggali potensi manusia seluas-luasnya dan setinggi-tingginya dalam melahirkan sebuah pendidikan, tetapi Pendidikan Kristen lahir dari pemahaman bahwa Allah yang telah menciptkan segala sesuatu dan menyediakan sesuatu sehingga Pendidikan Kristen haruslah mengelola segala sesuatu yang sudah tersedia itu untuk dipakai sedemikian rupa dan disistematiskan dalam satu kerangka pemikiran yang berpusat pada Allah. maka tidak heran jika pendidikan Kristen sangat tidak selaras dengan prinsip pendidikan sekuler sehingga menghasilkan ...