Langsung ke konten utama

Postingan

What is Apologetic?

  Apologetika (Sebuah refleksi terhadap pengertian Apologetika: Kelas Apologetika Kontemporer).             Ketika mendengarkan istilah Apologetika, pemikiran awal saya menuju kepada sebuah  usaha untuk “membela Tuhan” yang dilakukan oleh orang (dalam hal ini orang Kristen) yang merasa  bahwa Tuhan atau Agamanya, atau secara lebih spesifik lagi – imannya di serang oleh pihak yang berseberangan pemahaman imannya. Pemahaman ini bukan tanpa alasan, melainkan pemahaman ini terbangun dari pengalaman saya di dalam membaca buku-buku teologi yang menjadi sumber informasi di dalam saya menulis makalah-makalah Teologia sebagai tugas tiap mata kuliah. Sebagian besar buku-buku, seminar yang saya ikuti dan artikel dan tulisan-tulisan yang saya baca, menuliskan bahwa ketika berbicara mengenai apologetika berarti berbicara mengenai tindakan pembelaan terhadap sesuatu yang kita yakini, atau dalam hal ini iman Kristen, yang m...

Internet dan Gereja

PENDAHULUAN             Kemajuan dan berjalannya zaman dari tahun ke tahun membawa perubahan yang besar bagi perkembangan isu-isu seputar permasalahan-permasalahan dunia, baik itu politik, sosial, budaya, ekonomi, bahkan agama. Banyak orang yang menyebutkan bahwa dunia saat ini sedang atau bahkan telah memasuki pada apa yang dinamakan “Era Globalisasi”, dimana gaya hidup serta pola tingkah laku masyarakat ditandai dengan pola pikr individualisme tinggi, menganggap tidak ada hukum-hukum absolut, menjunjung tinggi rasionalitas, dan kecenderungan orang untuk mendapat sesuatu dengan instan.             Masyarakat Indonesia, dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas dalam inovasi-inovasi sebagai akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas, serta tingkat efisiensi dan ...

Konsep Iman dalam Kitab Ibrani 11 dan Konsep iman menurut Kitab Yakobus

Pendahuluan             Praksis kehidupan Kristiani yang sejati selalu ditandai dengan adanya etika hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan, dan ketaatan orang percaya akan menuruti Firman Tuhan selalu di dasari atas Anugerah dari Allah yang memberikan keselamatan. Akan tetapi manusia mendapatkan keselamatan berdasarkan Kasih karunia melalui Iman kepada Yesus Kristus bukan karena perbuatan baik atau perbuatan kesempurnaan menuruti menaati hukum Allah. Hal ini jelas, sebagaimana yang tertulis di dalam Roma 3:20 “ Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa .”             Iman dan perbuatan baik merupakan dua hal di dalam kekristenan yang menjadi tema krusial dan yang kadang menjadi perdebatan karena sering dikontradiksikan. Alkitab mencatat mengenai iman merupakan...

J.I.Packer: Evangelism and Sovereignty of God : Penginjilan Perspektif Injili

Dari judul “Evangelism and the Sovereignty of God” telah menggambarkan secara umum  apa yang menjadi isi dan topik permasalahan yang akan di bahas dalam buku ini, yaitu Penginjilan itu sendiri (Evangelism) dan berhubungan erat dengan Kedaulatan Allah  (Sovereignty of God). Penekanan isi buku yaitu terhadap doktrin kedaulatan Allah dan tugas manusia Kristen yang adalah murid Yesus, untuk memberitakan injil yang mana kedua hal ini harus bisa berjalan selaras, dan menghasilkan satu buah yang baik. Mungkin bagi kebanyakan orang kedua hal ini merupakan Antinomi, dengan pemahaman yang sempit, namun Packer berusaha membahas hal ini dengan lebih mendetail dengan cara pandangnya melihat kedua hal ini. J.I Packer mendasari tulisannya dengan menyentil atau  me- refresh kembali tentang kepercayaan kaum Kristen khususnya kaum Injili, mengenai ajaran atau doktrin penting dalam Teologi Kristen yaitu ajaran mengenai “Kedaulatan Allah”, dimana Allah adalah Allah yang berpribadi, yang...

Sebuah Refleksi atas Mazmur 73

Ketika saya sedang mempersiapkan khotbah untuk tugas Mata Kuliah Homiletika, saya membuka dan membaca kitab Mazmur, saya pribadi menganggap bahwa kitab ini merupakan tulisan yang dapat dikatakan sebagai sastra kuno yang sarat makna. Salah satunya ketika mata saya tertuju pada satu bagian di dalamnya. Ada hal menarik yang muncul ketika saya membaca Mazmur 73. Mazmur ini bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang Asaf di dalam menghadapi pergumulan hidupnya. Kalau boleh dikata, sebenarnya Asaf mengalami satu kekeringan mendalam di dalam pergulatan spiritualitasnya yang kaku. Mengapa demikian? padahal jika kita lihat bahwa hidup Asaf tidak pernah bercela dihadapan Tuhan, dan selalu melakukan hal yang baik dan berkenan bagi Allah. Akan tetapi ini tidak menjamin hubungan harmonis antara Asaf dan Allah. Maka hal inilah yang menarik bagi saya untuk bisa membagikannya dalam tulisan ini. Mazmur ini di tulis dengan pendahuluan sebagai Mazmur Asaf. Siapakah sesungguhnya Asaf? Kal...

Siapa yang menahan sang Durjana??

Pendahuluan             Rasul Paulus merupakan seorang Yahudi “kental” yang terpanggil untuk menjadi saksi Kristus. 1 Timotius 1:13 menuliskan “aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Peralihan ini, yakni dari seorang penganiaya kepada seorang beriman kristiani disebut “pertobatan Paulus”. [1]  Setelah pertobatannya Paulus menuliskan pokok-pokok ajarannya melalui surat-suratnya di dalam Alkitab yang dikanonisasi sebanyak 13 surat – diluar surat Ibrani – yang diakui merupakan tulisan yang diwahyukan oleh Allah. Salah satu suratnya ditujukan bagi jemaat di Tesalonika. Surat di Tesalonika yang berjumlah dua buah itu memuat pokok-pokok ajaran Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Salah satu pokok ajaran yang diajarkan oleh paulus kepada jemaat di Tesalonika adalah mengenai kedu...

The Necessity of Philosophy in Theology

Tulisan ini sebenarnya hanya merupakan sebuah tulisan reflektif pengembangan  mengenai mata Kuliah Pengantar Filsafat dalam salah satu tatap muka di kelas.  Pertanyaan-pertanyaan mengenai apa dan bagaimana Filsafat itu berperan dalam Teologia menjadi isu hangat yang diperbincangkan dalam sebuah diskusi di kelas. Perbincangan mengenai hal ini menjadi sesuatu hal yang menarik yang menimbulkan perdebatan panjang yang seakan tak ada habisnya.             Berangkat dari sebuah pertanyaan yang  berbunyi demikian : “Apa hubungan Teologi dan Filsafat?”. Hubungan antara Teologi dan filsafat nyaris menjadi perdebatan sepanjang abad bahkan menjadi sebuah ketegangan ketika kedua kelompok penganut masing-masing paham tidak mencapai titik temu yang terus menerus berlangsung. Perdebatan ini sebenarnya perdebatan klasik yang seakan tidak mencapai suatu kesepakatan. Teologi purba sebenarnya mengaitkan hubungan filsaf...